Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Aku berharap

Aku masih ingat saat itu,
kita melingkar bersama pertama kalinya
Dinding-dinding kusam
coretan-coretan di buka catatan
menjadi saksi bisu kebersamaan itu

Dingin tapi bermakna
kesan yang tak akan kulupakan
saat untuk terakhir kalinya
kita melingkar bersama
di pinggir laut
pada malam yang gelap
bersama deru ombak
yang saling kejar-mengejar


kini, kita telah terpisah
saling mengejar cita
sambil membangun menara
Hingga suatu saat
kita bisa berdiri bersama
di masing-masing menara
yang kita bangun

Aku berharap
semoga kita  dapat bertemu kembali
suatu saat nanti kawan-kawan

Takalar,

Jumat, 20 Juli 2012

Year book: Unforgettable Moment at Evo Tragels

Alhamdulillah, setelah penantian panjang, Buku tahunan Evo Tragels jadi juga.
Semoga buku tahunan ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Menjadi buku kenangan akan Perjuangan kita di SMANEST. Meski sederhana, namun saya tetap berharap pesan sederhana yang ingin saya sampaikan dapat menjadi sesuatu yang berharga untuk Evo-ers sekalian.
saya attach filenya dibawah ini. Ukuran filenya cukup besar, jadi downloadya bersabar yah
enjoy..


lampiran: Buku Tahunan.rar

Selasa, 13 Maret 2012

Tugas Seni Rupa

Awalnya bingung mau buat apa untuk memenuhi tugas Seni Rupa (Etalase). Setelah searching di om gugel, saya mendapatkan cara membuat papercraft mobil-mobilan, laptop dan danbo. Prosesnya rumit juga, mulai dari menggunting, melipat dan mengelem. Setelah proses yang panjang (berhari-hari) miniatur (etalase) ku akhirnya jadi juga horee.

Fakhri Car Showroom

Danbo dan laptop

Para Pengunjung


Sabtu, 17 Desember 2011

Hiduplah Bersama Allah

Kawan, Tahukah engkau?
Di dalam hati kita terdapat gulungan kusut yang tak dapat diuraikan kecuali dengan menghadap Allah SWT;
Di dalam hati kita terdapat kebuasan yang tak dapat dihilangkan kecuali dengan mendekat kepada-Nya;
Di dalam hati kita terdapat kesedihan yang tak dapat dihilangkan kecuali dengan kebahagiaan mengenal-Nya dan benar dalam penghambaan kepada-Nya;
Di dalam hati kita ada keresahan yang tak dapat diredam kecuali dengan berlari kepada-Nya;
Di dalam hati kita ada kebutuhan yang tak dapat dipenuhi kecuali dengan cinta pada-Nya.
Oleh karena itu, hiduplah bersama Allah, niscaya Allah akan selalu bersamamu. Sehingga 'gulungan kusut', 'kebuasan', 'kesedihan', dan 'keresahan' tak mendatangi dan menghampiri hati.
Kembalilah pada allah, ingatlah pada-Nya di setiap saat, dan ikhlaskanlah diri kepada-Nya untuk memenuhi 'kebutuhan' itu. Karena walaupun dunia seisinya diberikan, niscaya tidak akan mampu menutupi 'kebutuhan' tersebut.
Jika hubungan seseorang dengan Allah baik, maka Allah akan menjadikan urusannya baik dan mudah. 



Takalar, di tengah merdunya rintik hujan...

Selasa, 13 Desember 2011

Ayo Bertasbih!

Assalamu alaikum, Bismillahirrahmanirrahim.  Nun, walqalami wamaa yasturuun (QS. Al-Qalam:1). Demi pena dan apa yang dituliskannya...

“Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. Ash-Shaff:1)
Kawan sekalian pernah naik gunung dan memerhatikan pepohonan di sekitar gunung itu?
Jika kita memerhatikan, saat ada angin yang bertiup, pepohonan itu akan bergoyang/bergerak ke kiri ke kanan. Betul tidak? jika diperhatikan secara seksama, pohon yang bergerak itu memiliki kemiripan dengan orang yang sedang berdzikir, menggerakkan kepala ke kanan-ke kiri. Dan menurutku pohon itu sebenarnya memang sedang berdzikir, tapi kita sendiri yang tidak mengetahuinya.
 "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun". (QS. Al-Israa':44)
 Yah, itulah salah satu contoh bahwa semua yang ada di alam semesta ini bertasbih kepada Allah. Yup, Semuanya. Matahari, bulan, daun, burung dan alam semesta ini. Matahari bertasbih kepada Allah dengan memberikan kehangatan dikala kita baru saja terbangun di pagi hari. Burung-burung bertasbih dengan kepakan sayap-sayapnya dan kicauan-kicauannya. Alam semesta bertasbih dengan segala keteraturan, keindahan, pesonanya yang semua menjelaskan bagaimana keagungan Allah Azza wa Jalla.  Dan semua itu akan bertasbih hingga akhir zaman.

Dari semua hal itu muncullah pertanyaan, Sudahkh kita bertasbih kepada Allah SWT? Pantaskah kita tidak bersyukur dan bertasbih? Padahal kita ini manusia telah diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Di amanahkan akal, jasad dan ruh, lengkap. Tidakkah kita malu dengan makhluk lain yang senantiasa bersyukur. Sedangkan kita, makhluk yang katanya 'terbaik' namun enggan atau tidak bertasbih dan berdzikir kepada Allah. Apa kata dunia? hehe

Subhanallah, alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu akbar!

^^Maaf jika tulisannya tidak sistematis, maklum masih belajar menulis..
Takalar, 13 Desember 2011, 5:17
Sang Pendaki Pelangi

Kamis, 10 November 2011

Pikiran Pada 10 November

Hamparan nan luas
Terus bergulir hingga akhir
Yang tak tahu kapan
Namun pasti...

Pada kegelapan hari,
Terhias oleh ribuan cahaya
Bayangan-bayangan kecil berterbangan
Berkelap-kelip di bawah bulan purnama

Jatuh pada daun-daun,
Yang terus bergerak-gerak
Di tiup angin yang menyongsong badai,
Mengilmukan bagi yang berpikir.

Senin, 07 November 2011

Sebuah Bayangan...

Menelusuri jalan peradaban
Berjajar flamboyan kehidupan
Berbunga warna-warni di setiap tepi
Diam, namun tak bisu

Di kejauhan puncak berdiri
Diselimuti awan putih keindahan
Angin bertiup semilir
Burung bersayap mematuk-matuk bungan rumput
Terbang tinggi tak tahu arah di atas puncak

Sabtu, 05 November 2011

Antara Senang dan Sedih...

Suara-suara kecil
Dari tarikan nafas terdalam
Tak juga muncul di dalam benak
Para jiwa kesenangan,
Sebagian jiwa  kesedihan.

Di atas
Di Penghujung pandang
Kesenangan
Berebut tak karuan
Balas-membalas
Anak-anak

Di sini
Di tempat terindah
Berkilauan memilukan mata
Besi berbentuk lalu lalang
Batu bersemen besar dan meninggi
Tak tahu ujung.

Berkelebat dalam benak
Diantara itu, sebagian
tak memegang, tak mengenakan
tak berkata, atau tak berpandang
Dihiraukan oleh raga kesenangan
Semut merayap
Meliuk-liuk ditiupan udara.

Takalar, 5 November 2011
Sang Pendaki Pelangi

Selasa, 25 Oktober 2011

Di Malam Hari, 25 Oktober..

Diriku...
Berbaring melintang di atas padang hari sunyi
Menengadah bintang-bintang di langit nan tinggi
Menjumlahkan kerdipan senyum bintang-bintang
Namun, tak jua cukup jari ini...

Ah, Diriku...
Jikalau telah sampai hitungan 25
Pikiran serasa berevolusi mengelilingi matahari
Pandangan seribu kunang-kunang bercahaya
Bintang tak meninggi lagi

Bayang fikiran melintas QS. Ali Imran ayat 190
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, 
dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal"


 Takalar, 25 Oktober 2011
Sang Pendaki Pelangi

Senin, 17 Oktober 2011

Jadilah Seperti Air Mengalir!

Assalamualaikum Waramatullahi Wabarakatuh!
Kawan, Dalam menjalani hidup di dunia ini, Jadilah seperti air yang mengalir!. Karena ia tidak pernah berhenti dalam bergerak. Ia senantiasa terus mengalir membasahi tempat-tempat yang rendah. Dan setiap tempat yang dilaluinya, sudah pasti akan ikut basah, lagi tanahnya menjadi subur dan baik bagi kehidupan.
          Walaupun kadangkala ia tertahan geraknya oleh tingginya halangan ataupun bendungan, serta terjal dan berlikunya jalan yang harus dilaluinya, lambat tapi pasti, ia akan melewati halangan itu dan kemudian terus dan terus mengalir sampai ke muara. Bahkan, sesekali ia memancar ke atas untuk keindahan, meluncur deras ke bawah untuk kekuatan, dan mengalir tenang untuk ketawadluannya.
           Akan tetapi kawan, janganlah engkau jadi air yang tidak pernah mengalir! yang hanya menggenang di satu tempat saja, dan tidak pernah ada aliran air baru yang masuk dan menggantikannya. Karena, air yang demikian ini, lama kelamaan akan kering menguap, bahkan menjadi sarang penyakit yang akan merusak dan menghancurkan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Na’udzubillah. Tsumma Na’udzubillah 

Source: Mentoring SMA

Minggu, 16 Oktober 2011

"Bangunlah"

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!
Tulisan ini kukirimkan untuk seseorang yang jauh disana yang ingin bangun dari "mimpi panjangnya".

Selasa, 20 September 2011

Untuk Pertama Kalinya, Bicara Cinta...

Wahai kawan,...
Tahukah kau apa pemahaman Cinta dalam pikiranku?
Cinta itu menurutku diibaratkan:


"Sebuah mutiara indah yang berkilau dalam lautan yang memantulkan cahaya Bulan".


"Puisi" yang Tak Pantas Dikatakan Puisi

Entah mengapa sinar bulan malam ini redup merah saga,
tak didampingi bintang-bintang kecil,
kini sinarnya sirna oleh awan yg gelap.
Walau demikian, dia tetap indah. (menurutku)
sambil men-tafakkur-kan pohon yg tak begerak,
yang seolah mereka tunduk merendah.
                   Hati hanya bisa ikut tertunduk
                   memahami asbab khidupan,
                   memperkuat azzam-ku yg pernah kuikrarkan,
                   yang kini mulai goyah karena terpengaruh,
                   terpengaruh oleh *****. (entahlah)