Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

Year book: Unforgettable Moment at Evo Tragels

Alhamdulillah, setelah penantian panjang, Buku tahunan Evo Tragels jadi juga.
Semoga buku tahunan ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Menjadi buku kenangan akan Perjuangan kita di SMANEST. Meski sederhana, namun saya tetap berharap pesan sederhana yang ingin saya sampaikan dapat menjadi sesuatu yang berharga untuk Evo-ers sekalian.
saya attach filenya dibawah ini. Ukuran filenya cukup besar, jadi downloadya bersabar yah
enjoy..


lampiran: Buku Tahunan.rar

Jumat, 06 Juli 2012

Alhamdulillah, Lulus UTUL SNMPTN

Malam ini saya benar2 senang. Setelah sempat was-was karena tak lulus SNMPTN Undangan. Allah punya rencana lain. Alhamdulillah, saya lulus di pilihan pertama yaitu Teknik Elektro UNHAS.


Aku ucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendoakanku ~ tak lupa aku selalu ucapkan terima kasih kepada ALLAH SWT Yang Maha Agung :’). Dan sebenarnya aku juga masih belum percaya akan hal ini.

Senin, 30 April 2012

Keluarga Besar EVO TRAGLES


Minggu, 29 April 2012

Semoga Lulus UN!

Sudah 1 minggu berlalu. Menunggu hasil UN yang katanya akan diumumkan paling lambat 28 Mei 2012. Kata salah seorang guruku, "Menunggu adalah pekerjaan yang berat. Namun yang paling berat, memangku gajah". Setelah kupikir-pikir, benar juga kata beliau. Tunggu saja dengan sabar.

Aku berharap hasil Ujian Nasional-ku mendapat nilai yang baik, Aamiin. Walaupun agak sedikit was-was dengan mata pelajaran Fisika. Tapi, saya tetap harus berbaik sangka dengan takdir yang telah ditetapkan-Nya. Aku telah berusaha semaksimal mungkin. Sekarang, semua hasilnya ku serahkan kepada Allah azza wa jallan
Apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah

Selasa, 24 April 2012

Dialah Muhammad Al-Fatih

 Dalam sejarah, Islam pernah menaklukkan benua Eropa. Siapa sangka salah satu dari Panglima Perang saat itu adalah seorang pemuda yang sangat saleh, berusia 21 tahun, yang bernama Sultan Muhammad Al Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) . Ia merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur.

Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu' setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di 'Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (Islam keseluruhannya) . Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.

Diceritakan bahwa tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh ;separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajjud sejak baligh. Hanya Sultan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajud; rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.

Kejayaan dan kesuksesan hidup ia telah raih di usia yang begitu muda. Ia-pun dikenang jutaan manusia sepanjang abad. Harum nama Sultan Al Fatih diperoleh berkat keshalehan, keberanian dan kemuliaan akhlaknya. Sebagai jenderal beliau memimpin laskar islam menaklukkan benteng terkuat imperium Byzantium , Konstantinopel. Kota ini diubahnya menjadi kota Istambul. Dari sini beliau menebarkan kasih sayang islam di bumi eropa.

Apa rahasia dibalik semua kesuksesan beliau? Ternyata rahasianya beliau sangat kuat shalat malamnya yaitu tahajud. Bukankah Rasulullah saw SAW menegakkan shalat tahajud sepanjang malam dan setiap hari? Bukankah beliau Rasulullah saw SAW shalat tahajud merupakan kewajiban yang tak bisa beliau tinggalkan dalam setiap perjuanganya.

Jika anda bertanya, apakah benar Muhammad Al Fatih sudah melakukan tindakan besar yang megubah sejarah peradaban dunia? Ya, dalam sejarah, hal ini tidak aneh. Bukankah sahabat Rasulullah saw SAW bernama Usamah juga menjadi panglima perang dalam usia 18 tahun. Sementara yang menjadi prajuritnya adalah Umar bin Khatab sahabat Rasulullah saw SAW yang waktu itu sudah tua. Ini menunjukkan betapa kualitas keimanan dan kekuatan ruhani Usamah menjadi salah satu ukuran yang dipertimbangkan Rasulullah saw SAW ketika menetapkan Usamah memimpin ekspedisi militer menghadapi kekuatan super power Romawi?

Namun Sang Pedang Malam, orang asia bernama Muhammad Al Fatih merontokkan super power Romawi pada 1453, agak unik. Beliau ahli shalat malam (tahajud), ahli qiyamul lail. Beliau selau kontak dengan energi terbesar di alam semesta ini, Allah SWT. Beliau selalu taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah SWT, Pemilik dan Penguasa Tunggal Alam semesta.

Sejak kecil Sultan Muhammad Al Fatih dididik oleh seorang wali. Beliau tumbuh menjadi remaja yang memiliki kepribadian unggul. Beliau jadi Sultan, dalam usia 19 tahun menggantikan sang ayah.

Bagaimana sifat Sultan Muhammad Al Fatih sehingga beliau mampu memetik keberhasilan dalam hidupnya dengan sangat efektif, merebut benteng Konstantinopel yang kokoh itu. “sifatnya tenang, berani, sabar menanggung penderitaan, tegas dalam membuat keputusan dan mempunyai kemampuan mengawasi diri (self control) yang luar biasa. Kemampuanya dalam memimpin dan mengatur pemerintahan sangat menonjol.”

Sultan Muhammad Al Fatih sangat tegas terhadap musuh. Namun, lembut qolbunya bagai selembar sutra dalam menghadapi rakyat yang dipimpinnya. Kebiasaan Sultan Muhammad Al Fatih, unik. Beliau selalu berkeliling di malam hari, memeriksa kondisi teman dan rakyatnya. Sengaja beliau berkeliling untuk memastikan agar rakyat dan kawan-kawanya menegakkan shalat malam dan qiyamullail.

Qiyamul lail, shalat tahajud, inilah senjata utama Muhammad Al Fatih dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini. Inilah Pedang Malam, yang selalu diasahnya dengan tulus ikhlas dan khusuk, ditegakkan setiap malam. Dengan pedang malam ini timbul energi yang luar biasa dari pasukan Muhammad Al Fatih. Sjarah mencatat Muhammad Al Fatih yang baru berusia 21 tahun berhasil menggapai sukses besar, menerobos benteng Konstantinopel, setelah dikepung beberapa bulan maka takluklah Konstantinopel.

Suatu hari timbul soal ketika pasukan islam hendak melaksanakan shalat jum’at yang pertama kali di kota itu.

“Siapakah yang layak menjadi imam shalat jum’at?” tak ada jawaban. Tak ada yang berani yang menawarkan diri ! lalu Muhammad Al Fatih tegak berdiri. Beliau meminta kepada seluruh rakyatnya untuk bangun berdiri.

Kemudian beliau bertanya. “ Siapakah diantara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh hingga hari ini pernah meninggalkan meninggalkan shalat wajin lima waktu, silakan duduk!!” Subhanalloh……!!! Maha suci Allah ! tak seorangpun pasukan islam yang duduk. Semua tegak berdiri. Apa artinya? Itu berarti, tentara islam pimpinan Muhammad Al Fatih sejak masa remaja mereka hingga hari ini, tak seorangpun yang meninggalkan shalat fardhu. Tak sekalipun mereka melalaikan shalat fardhu. Luar biasa…..!!!!! !

Lalu Muhammad Al Fatih kembali bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak baligh dahulu hingga hari ini pernah meninggalkan shalat sunah rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan shalat sunah sekali saja silakan duduk!!!”. Sebagian lainya segera duduk. Artinya, pasuka islam sejak remaja mereka ada yang teguh hati, tidak pernah meninggalkan shalat sunah setelah maghrib, dua roka’at sebelu shubuh dan shalat rowatib lainaya. Namun ada yang pernah meninggalkanya. Betapa kualitas karakter dan keimanan mereka sebagai muslim sungguh bernilai tinggi, sungguh jujur, pasukan islam Al Fatih.

Dengan mengedarkan matanya ke seluruh rakyat dan pasukanya Muammad Al Fatih kembali berseru lalu bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk!!”

Apa yang terjadi…???? Terlukislah pemandangan yang menakjubkan sejarawan barat dan timur. Semua yang hadir dengan cepat duduk!!” Hanya ada seorang saja yang tetap tegak berdiri. Siapakah dia??? dialah, Sultan Muhammad Al Fatih, sang penakluk benteng super power Byzantium Konstantinopel. Beliaulah yang pantas menjadi imam shalat jumat hari itu. Karena hanya Al Fatih seorang yang sejak remaja selalu mengisi butir-butir malam sunyinya dengan bersujud kepada Allah SWT, tidak pernah kosong/absen semalampun.

Dalam sejarah ditulis, bahwa pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur'an mengenainya serta hadis Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah Subhana Wa Ta'ala.

Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tentaranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Mereka memperbanyak shalat, doa, dan dzikir. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.


Sejak abad kedelapan sahabat Rasulullah saw berusaha merebut benteng ini. Salah satunya Abu Ayyub Al Anshari namun gagal. Baru setelah enam abad kemudian benteng itu berhasil direbut dibawah pimpinan Muhammad Al Fatih.Karena jasanya inilah beliau diberi gelar Al Fatih (sang pembuka) yaitu membuka kota Byzantium yang dulunya adalah Konstantinopel. Beliau adalah seorang pemberani, ahli strategi militer, juga istiqomah dalam shalat tahajudnya.

Itulah sebuah kisah sejarah yang sungguh indah dalam bungkai ketakwaan kepada Allah SWT. Kisah Pedang Malam yang merupakan rahasia sukses dari seorang pribadi penggubah sejarah, bernama Muhammad Al Fatih, orang asia asal Turki, yang baru berusia 21 tahun. Shalat Tahajud merupakan modal yang sangat penting untuk membangun kekuatan ruhiyah dalam kesuksesan Al Fatih dikemudian hari. Sehingga islam jaya, berpendar-pendar cahayanya selama 500 tahun di bumi eropa sejak abad ke-15. Semuanya berasal dari Pedang Malam Al Fatih yang amat begitu luar biasa.

Keberadaan Muhammad Al-Fatih telah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:
 “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Dalam hadist lain diriwayatkan, :
Aku mendengar baginda Rasulullah S.A.W mengatakan seorang lelaki soleh akan dikuburkan di bawah tembok tersebut & aku juga ingin mendengar derapan tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentara seperti yang telah diisyaratkan oleh baginda" (Abu Ayyub al-Anshari)


Sumber

Minggu, 22 Januari 2012

"Totalitas Pejuangan"

Salam Seindah Pelangi, Sahabat!
Beberapa minggu terakhir, Saya sering memutar sebuah lagu (yang sangat saya sukai). Judulnya Totalitas Perjuangan oleh Ghirotul Fatah. Entah apa yang merasuki diri ini setiap kali mendengarkannya, saya ingin segera menjadi mahasiswa (sabar hehe tinggal  4 bulan lagi, amin). Lagu ini membangkitkan semangat saya[1] dan menyadarkan saya tentang bagaimana peran pemuda. Menurut beberapa blog yang saya baca, lagu ini adalah lagu WAJIB para mahasiswa pada saat turun ke jalan ataupun melakukan aksi dalam bentuk lain.Untuk mendengarkan lagu Totalitas Perjungan silahkan klik disini

Ada hal yang menurutku sangat menarik dari lagu ini. Lirik dari lagu Totalitas Perjuangan ini diilhami dari buku karangan Hassan Al-Banna yang berjudul “Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin”. Lirik dari Totalitas Perjuangan tidak semata-mata terjemahan dari syair dalam buku Hasan Al-Banna tersebut, namun mengalami modifikasi-modifikasi dan hasilnya adalah lirik Totalitas Perjuangan. 
Ini nih syair dalam buku Hasan Al-Banna:
 
kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan
kepada rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan
kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan
sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia

wahai kalian yang rindu kemenangan
wahai kalian yang turun ke jalan
demi mempersembahkan jiwa dan raga
untuk negeri tercinta

Kepada para pemuda
Yang merindukan lahirnya kejayaan…
Kepada umat yang tengah
Kebingungan di persimpangan jalan…
Kepada pewaris kebudayaan yang kaya-raya,
Yang telah menggoreskan catatan membanggakan
Dilembar sejarah umat manusia…
Kepada setiap muslim
Yang yakin akan masa depan dirinya
Sebagai pemimpin dunia
Dan peraih kebahagiaan
Di kampung akhirat…
Kepada mereka semua kami persembahkan
Risalah ini

( Hasan Al-Banna)

__________
[1] Semangat untuk mempersiapkan diri menghadapi UN, dan mengejar cita-citaku.

Raihlah Kemenangan!

"Kemenangan adalah ampunan
Kemenangan adalah rahmat
Kemenangan adalah pahala
Kemenangan diberikan Allah kepada siapa saja yang diinginkan-Nya
Namun kemenangan akan sia-sia, bila hanya melahirkan penderitaan semesta
Kemenangan sang juara, menjadi tak bermakna bila meninggalkan ribuan hati yang terluka. 
Maka sahabat, berjuanglah, raih kemenangan! Tanpa harus merasa menjadi sang pemenang…” 

(Izzatul Islam )

Sabtu, 07 Januari 2012

Pelangi; Hal Terindah Dari Pena-Nya


Pelangi di langit biru
Pelangi, salah satu tulisan terindah dan paling mengagumkan yang tercipta dari pena Sang Khalik.
Merupakan bukti atas eksistensi-Nya dalam kehidupan ini; salah satu dari segala hikmah-Nya.
Dan andaikan pohon di bumi ini menjadi pena dan laut menjadi tinta.
Hikmah itu tidak akan pernah habis untuk dituliskan.

Pelangi selalu menghadirkan cinta di mata dan di hati dikala memandangnya.
Ia merupakan rangkaian dari 7 warna: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (iyakah?)
Yang masing-masing warnanya memiliki ciri khas dan perbedaan antara yang satu dan yang lain.
Sebagai isyarat bahwa perbedaan itu adalah keindahan.
Ia terbentuk dari cahaya putih nan hakiki yang mengalami pembiasan oleh titik-titik air.
Sebagaimana kegalauan yang dapat dibiaskan melalui untaian tulisan yang indah ini. (haha lebay)

Demi pena dan apa yang dituliskannya!
Maha Agung dan Bijaksana yang telah menuliskannya.



Takalar, 11 Safar 1433 H
Sang Pendaki Pelangi

Rabu, 04 Januari 2012

My Brown Belt

 Baru saja saya mengikuti ujian penurunan kyu untuk meraih sabuk coklat. Dan ujian ini diadakan hari Minggu di sebuah SMK di Makassar. Sore hari sebelum hari ujian penurunan kyu (Sabtu), saya mendapat amanah yaitu harus mengikuti acara Rohis[1] untuk ikhwan di Sanrobone, Takalar yang sangat jauh lokasinya dari rumahku. Acaranya saya ikuti sampai jam 1 malam (Minggu). Dan pulang dengan membawa banyak pelajaran yang sangat inspiratif.


Ada beberapa hal yang tidak bisa terlupakan dari acara ini yaitu rasa persaudaraan (ukhuwah) yang kuat, terutama saat numpang nonton tv -bola- di salah satu panitia acara Rohis. Dan juga sewaktu perjalanan pulang di tengah malam yang gelap di pelosok kota yang jauh dari keramaian. Jadi waktu itu, saya dan 2 orang sahabatku yang akan mengikuti ujian penurunan kyu harus melewati jalanan yang katanya biasa terjadi perampokan/penghadangan atau dalam bahasa sahabatku disebut “Pangngallakkang”. Ketika itu, sahabatku mempersiapkan double-stick-nya untuk berjaga-jaga dan dan posisi motor kami yang menguasai seluruh jalanan. Haha ;-) Dengan tekad yang kuat dan tentunya dengan perlindungan Allah, Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dalam perjalanan kami. Sekitar jam 1.30 malam sampai dirumah.


Dan sekitar jam 6.30 pagi (Minggu) saya berangkat ke tempat ujian setelah sebelumnya berkumpul di ranting tempatku latihan karate. Dalam perjalanan ke tempat ujian saya hanya bisa tidur. Maklum, saya belum istirahat sejak acara rohis di Sanrobone. (sok! Hehe)


Dan ujian penurunan kyu-nya pun dimulai. Dengan tekad yang kuat saya bisa lewati ujian ini walaupun tidak maksimal, disebabkan fisik yang tidak mendukung (lelah). Untuk benar-benar meraih sabuk coklat karateka harus melewati sebuah persyaratan yang biasa disebut “Tradisi”. Tradisi ini semacam ajang “penyiksaan” menurutku, mengapa? Karena harus melakukan gerakan-gerakan karate tak henti-hentinya. Tendangan, pukulan , push up, dan lain-lain yang membuat semua anggota badanku setelahnya menjadi nyeri, namun menyenangkan. haha

Mengutip kata salah seorang simpai saat itu, “Jangan berhenti sampai kalian pingsan”. Ha? Saya hanya bisa membasuh keringat dan menjalaninya tanpa protes. Waktu itu diriku seperti sudah berada di ujung kematian (lebay, haha) atau seperti lirik salah satu lagu yaitu kehilangan separuh nafas. Tapi karena melihat beberapa karateka perempuan tidak kelihatan lelah dan bisa melewatinya, maka saya berfikir perempuan saja bisa mengapa saya laki-laki tidak bisa melakukannya, ini masalah harga diri bung! Hehe. 

Dan akhirnya semua berhasil ku lewati dengan rasa lelah dan letih. Dan semoga sabuk coklat yang kuraih bukan hanya gelar tetapi juga bukti! Dan Insyallah suatu saat nanti akan berubah menjadi sabuk hitam, allahumma amin. Setelah ujian, saya pun pulang dan membaringkan badan dan menutup mata sambil bersyukur atas semua yang kulalui.


“Untuk menggapai impian diperlukan tekad. Siapa yang bertekad, biarpun ada rintangan/halangan di depannya ia akan tetap menerobos rintangan/halangan itu untuk mencapai impiannya. Biarpun harus mengorbankan suatu hal” 

Ini ceritaku, apa ceritamu?





Takalar
Sang Pendaki Pelangi

_________________
[1] Acaranya ini namanya Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa) yang sebenarnya berlangsung sampai besok (Minggu) namun saya minta izin untuk pamit.


Jumat, 23 Desember 2011

"Biarlah orang menganggapku bodoh, daripada dianggap pintar padahal banyak yang belum aku ketahui. Aku ingin belajar sebanyak-banyaknya dari orang sehingga aku mantap dalam berikhtiar"



Takalar, 11:05 PM
Sang Pendaki Pelangi


Sabtu, 17 Desember 2011

Hiduplah Bersama Allah

Kawan, Tahukah engkau?
Di dalam hati kita terdapat gulungan kusut yang tak dapat diuraikan kecuali dengan menghadap Allah SWT;
Di dalam hati kita terdapat kebuasan yang tak dapat dihilangkan kecuali dengan mendekat kepada-Nya;
Di dalam hati kita terdapat kesedihan yang tak dapat dihilangkan kecuali dengan kebahagiaan mengenal-Nya dan benar dalam penghambaan kepada-Nya;
Di dalam hati kita ada keresahan yang tak dapat diredam kecuali dengan berlari kepada-Nya;
Di dalam hati kita ada kebutuhan yang tak dapat dipenuhi kecuali dengan cinta pada-Nya.
Oleh karena itu, hiduplah bersama Allah, niscaya Allah akan selalu bersamamu. Sehingga 'gulungan kusut', 'kebuasan', 'kesedihan', dan 'keresahan' tak mendatangi dan menghampiri hati.
Kembalilah pada allah, ingatlah pada-Nya di setiap saat, dan ikhlaskanlah diri kepada-Nya untuk memenuhi 'kebutuhan' itu. Karena walaupun dunia seisinya diberikan, niscaya tidak akan mampu menutupi 'kebutuhan' tersebut.
Jika hubungan seseorang dengan Allah baik, maka Allah akan menjadikan urusannya baik dan mudah. 



Takalar, di tengah merdunya rintik hujan...

Selasa, 13 Desember 2011

Ayo Bertasbih!

Assalamu alaikum, Bismillahirrahmanirrahim.  Nun, walqalami wamaa yasturuun (QS. Al-Qalam:1). Demi pena dan apa yang dituliskannya...

“Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. Ash-Shaff:1)
Kawan sekalian pernah naik gunung dan memerhatikan pepohonan di sekitar gunung itu?
Jika kita memerhatikan, saat ada angin yang bertiup, pepohonan itu akan bergoyang/bergerak ke kiri ke kanan. Betul tidak? jika diperhatikan secara seksama, pohon yang bergerak itu memiliki kemiripan dengan orang yang sedang berdzikir, menggerakkan kepala ke kanan-ke kiri. Dan menurutku pohon itu sebenarnya memang sedang berdzikir, tapi kita sendiri yang tidak mengetahuinya.
 "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun". (QS. Al-Israa':44)
 Yah, itulah salah satu contoh bahwa semua yang ada di alam semesta ini bertasbih kepada Allah. Yup, Semuanya. Matahari, bulan, daun, burung dan alam semesta ini. Matahari bertasbih kepada Allah dengan memberikan kehangatan dikala kita baru saja terbangun di pagi hari. Burung-burung bertasbih dengan kepakan sayap-sayapnya dan kicauan-kicauannya. Alam semesta bertasbih dengan segala keteraturan, keindahan, pesonanya yang semua menjelaskan bagaimana keagungan Allah Azza wa Jalla.  Dan semua itu akan bertasbih hingga akhir zaman.

Dari semua hal itu muncullah pertanyaan, Sudahkh kita bertasbih kepada Allah SWT? Pantaskah kita tidak bersyukur dan bertasbih? Padahal kita ini manusia telah diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Di amanahkan akal, jasad dan ruh, lengkap. Tidakkah kita malu dengan makhluk lain yang senantiasa bersyukur. Sedangkan kita, makhluk yang katanya 'terbaik' namun enggan atau tidak bertasbih dan berdzikir kepada Allah. Apa kata dunia? hehe

Subhanallah, alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu akbar!

^^Maaf jika tulisannya tidak sistematis, maklum masih belajar menulis..
Takalar, 13 Desember 2011, 5:17
Sang Pendaki Pelangi

Sabtu, 10 Desember 2011

Gerhana Bulan, Yuk Tafakkur!

Assalamu alaikum, kawan!
Hari ini, tanggal 15 Muharram 1433 / 10 Desember 2011. Akan terjadi gerhana bulan yang bisa dilihat jelas sekitar pukul 19.46 WIB. Namun totalitasnya kan terjadi sekitar pukul 21.07 hingga 21.57 WIB, selama 50 menit, dengan puncak gerhana pukul 21.32.
Tapi kayaknya di daerah tempat tinggalku tidak dapat terlihat (sedih). Malam ini, langit sedang mendung (mau hujan), bulannya tertutupi oleh awan. (emang sapa yang nanya? tidak ada, kan ini blogku jadi semauku mau nulis apaan, hehe).

Kawan, kalau kita berbicara tentang gerhana bulan. Selalu mengingatkan kita pada sesuatu yang tak terjangkau, indah membawa kedamaian dan tak habis pikir, kenapa bisa melayang, menggantung dan bersinar di atas sana (langit) secara beraturan?
Kawan, bila benar kita berakal, tidakkah diri terkesima dengan hal yang bisa jadi ini di luar akal kenapa susunan angkasa (posisi gerhana bulan) itu begitu rapi, kokoh, sempurna, terangkai begitu indahnya?

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda". (Al-Hijr: 75)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran : 190-191)

Kawan, jika kita memerhatikan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya peristiwa gerhana bulan, itulah kekuasaan Allah yang pasti membawa pesan ibrah bagi manusia, tak sepatutnya kita lewatkan peristiwa kauni rabbani ini tanpa tafakkur dan muhasabah.

Oleh karena itu, pada saat gerhana seperti ini, kita disunnahkan agar memperbanyak dzikir, takbir, doa, istighfar, sedekah, dan melakukan shalat khusus gerhana, yang dikenal dengan nama shalat al-kusuf atau al-khusuf. Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya):

“Oleh karenanya, bila kalian melihatnya (gerhana), maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Kamis, 08 Desember 2011

Mengapa Harus Menyerah?

Jika Allah adalah tujuan ...
Mengapa harus kalah atau menyerah pada kelemahan?
Mengapa harus kalah atau menyerah pada keterbatasan?
Mengapa harus kalah atau menyerah pada keputusasaan?
Mengapa harus kalah atau menyerah pada kemalasan?
Mengapa harus kalah atau menyerah pada kesedihan
Mengapa harus kalah atau menyerah pada keletihan tubuh?
Mengapa harus kalah atau menyerah pada tantangan?
Mengapa harus kalah atau menyerah pada cobaan/ujian?
Mengapa harus kalah atau menyerah pada rintangan-rintangan kecil di hadapan Allah?
Haruslah diri terus bertahan, harus tetap menembus gelap, melawan dingin yang merasuk di badan, agar bisa menjemput menjemput fajar. Bukankah surga bukan kado yang dihadiahkan begitu saja?


Takalar, 12 Muharram 1433 H
Sang Pendaki Pelangi


Selasa, 06 Desember 2011

Lelah dan Penat

Lelah dan Penat. Itulah dua kata untuk menggambarkan hal yang akan kulalui beberapa minggu kedepan. Berjuang untuk meuntaskan amanah -pada diri ini- diantara tugas-tugas sekolah yang kian menumpuk. Sebuah amanah yang harus selesai sebelum 'perang' melawan UN dan UAS tepatnya. Ternyata, setelah mengkalkulasikan masih ada '24' dan waktu tersisa tinggal 3 bulan lagi.
Sungguh berat menuntaskan ini di kala harus belajar untuk persiapan ujian. Jasad ini mungkin akan lelah dan letih. Pikiran ini mungkin akan penat. Biarpun demikian, Saya harus terus yakin, pasti bisa selesai. Bukankah dalam Al-Qur'an dikatakan :
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya.."(Q.S. Al-Baqarah:286)
Aku juga yakin semua ini adalah salah satu nikmat dari Allah SWT yang tak boleh tidak disyukuri. Semua amanah ini insyaallah akan mendapatkan pahala dan insyaallah akan berguna suatu saat nanti dan kelak. Amin Allahumma.
Surga adalah kado terindah dari sang khalik yang diberikan kepada yang berusaha mendapatkan rahmat-Nya
Dan Amanah ini adalah salah satu jalan untuk meraih rahmat-Nya. Amin
Keep Hamasah!


Takalar, 10 Muharram 1433 H, 10:55 PM
Sang Pendaki Pelangi

Sabtu, 03 Desember 2011

Diawali Salah Paham...

Hari ini, saat ku coba membaringkan diri. Aku teringat akan hal yang pernah ku ucapkan.
Satu tahun lalu tepatnya, saat itu aku tak berfikir bahwa akan banyak hal seperti ini. Aku tak berfikir akan mengalaminya. Hanya langsung terucap dengan penuh keyakinan. Hari demi hari, bulan demi bulan, aku lalui. Hingga sampai suatu hari di empat bulan terakhir....
Diawali oleh sebuah peristiwa kecil yang kemudian menjadi salah paham (aku mungkin salah memahami). Beberapa hari sejak itu, semuanya dimulai. Dan hingga kini aku masih berusaha bertahan walaupun tak bisa memungkirinya. Karena menurutku belum saatnya...
Aku sadar hal itu pasti akan dialami semuanya, hanya tinggal dari diri bagaimana menghadapinya dan aku memilih untuk tetap bertahan, yakin ini jalan terbaik yang akan mengawali... s-e-b-u-a-h ....


Takalar, 3 Desember 2011
Sang Pendaki Pelangi

Selasa, 22 November 2011

Sapta Prasetya Karateka

1.    Saya berjanji, bahwa saya akan tunduk dan patuh terhadap semua perintah-perintah, larangan-larangan serta bimbingan guru.
2.    Saya berjanji akan menjauhkan perkelahian dan tidak akan mempergunakan ilmu olah raga karate ini, kecuali untuk membela diri, atau membela orang lain yang terancam jiwanya atau keselamatannya dan kalau sudah tidak ada jalan lain.
3.    Saya berjanji tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh, misalnya:
-            Menjadi tukang pukul seseorang (pelindung) apabila saya tahu yang menyuruh itu ada di pihak yang salah.
-            Sengaja berkelakuan secara sombong dan menonjolkan diri kepada orang lain megenai olah raga karate saya.
-            Mencari gara-gara dengan orang lain, sehingga mengakibatkan suatu perkelahian.
4.    Saya berjanji dalam melakukan latihan-latihan atau pertandingan-pertandingan akan melakukannya secara sportif, sebagai olahragawan yang baik dan akan mempertingg nilai olahraga karate ni.
5.    Saya berjanji akan tolong-menolong, seia sekata dengan semua karateka di Indonesia khususnya, diseluruh dunia umumnya, dengan dasar saling harga menghargai dan hormat-menghormati.
6.    Saya berjanji akan memenuhi semua peraturan-peraturan yang dibuat oleh sekolah/perkumpulan olahraga karate saya
7.    Saya berjanji akan menjaga nama baik saya sebagai karateka khusunya dan sekolah/perkumpulan umumnya dalam segala tindak-tanduk saya.

Apabila saya melanggar janji tujuh pasal ini (sapta prasetya), maka saya bersedia dikeluarkan dari keanggotaan olahraga karate.

Sabtu, 12 November 2011

[Catatan] Aku Khawatir...

Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan hanya tinggal dalam pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.

Banyak orang baik tapi tak berakal
Ada pula orang berakal tapi tak beriman
Ada lidah fasih tapi berhati lalai
Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan seorang sufi
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat
Ada banyak yang menangis karena kufur nikmat
Ada yang murah senyum namun dalam hati ia mengumpat
Ada pula yang berhati tulus namun mukanya cemberut
Ada yang berlisan bijak namun tak bisa jadi teladan
Ada pula pelacur namun ia menjadi figur
Ada orang berilmu tapi tak paham
Ada pula yang paham namun tak menjalankan
Ada yang pintar tapi membodohi
Ada pula yang bodoh namun tak tahu diri
Ada orang beragama namun tak berakhlak
Aan ada pula orang berakhlak tapi tak bertuhan.

Lalu diantara semua itu dimanakah Aku berada ?


(Imam Ali bin Abi Thalib R.A)

Renungan...

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)
.... Sebuah renungan untuk diri sendiri, betapa seringnya melalaikan waktu dengan hal-hal yang tak bermanfaat. Astghrifullah...

Selasa, 08 November 2011

Pesan...

Bagunlah! Waktu untuk tidur telah usai.